JATS BEI: PASAR REGULER AKTIF / SESI 1: 09:00 - 12:00 WIB • SESI 2: 13:30 - 15:49 WIB
IHSG 6.147,86 ▼ 1.51% 1 LOT = 100 LEMBAR SK OJK: KEP-21/D.04/2026
Panduan Pemula 28 September 2026

Cara Main dan Beli Saham di HP untuk Pemula



Membeli saham perusahaan terbuka kini dapat dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi di layar ponsel pintar. Anda tidak perlu mendatangi kantor bursa efek atau mengenakan setelan formal untuk memulai. Seluruh proses transaksi berlangsung secara digital, cepat, dan tercatat resmi di bawah pengawasan regulator pasar modal Indonesia.

Secara garis besar, alur pembelian saham perdana terdiri dari empat langkah berurutan: menyiapkan dokumen identitas e-KTP, mendaftar akun rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) di aplikasi sekuritas resmi, mengisi saldo via transfer perbankan, lalu memasang antrean order beli minimal 1 lot pada jam perdagangan bursa aktif.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang dapat Anda ikuti secara langsung agar tidak salah menekan tombol atau keliru memasukkan harga saat melakukan transaksi pertama kali.

Persyaratan Dokumen dan Registrasi Rekening Dana Nasabah

Sebelum dapat membeli saham apa pun, Anda wajib memiliki akun rekening efek resmi yang terdaftar atas nama pribadi Anda sendiri. Pendaftaran akun ini dilakukan melalui perusahaan sekuritas atau pialang efek berizin OJK. Siapkan dokumen dan data diri berikut:

  • e-KTP Fisik: Dokumen kartu tanda penduduk yang masih berlaku dan data terekam di Dukcapil. Pastikan fisik e-KTP tidak buram saat difoto.
  • Nomor Rekening Bank Pribadi: Buku tabungan atau nomor rekening bank umum atas nama Anda sendiri. Nama pada rekening bank harus sama persis dengan nama pada e-KTP.
  • Nomor Ponsel dan Alamat Email Aktif: Digunakan untuk menerima kode verifikasi OTP, bukti konfirmasi transaksi, dan laporan berkas bulanan.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Bersifat opsional bagi mahasiswa atau pemula yang belum bekerja, namun sangat disarankan jika Anda sudah memiliki penghasilan tetap.

Setelah mengunduh salah satu aplikasi sekuritas resmi berizin, Anda akan diarahkan untuk mengisi formulir pembukaan rekening digital (e-KYC), mengunggah foto e-KTP, dan melakukan verifikasi wajah (selfie video). Dalam proses ini, sekuritas akan memfasilitasi pembuatan dua hal krusial:

  1. Single Investor Identification (SID): Nomor identitas unik tunggal yang diterbitkan oleh KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Nomor SID ini adalah bukti resmi bahwa Anda terdaftar sebagai investor sah di pasar modal Indonesia, mirip seperti nomor induk kependudukan di bursa.
  2. Rekening Dana Nasabah (RDN): Rekening perbankan khusus yang dibuka di bank kustodian mitra atas nama Anda pribadi. Rekening ini terpisah secara total dari kas operasional perusahaan sekuritas, sehingga saldo uang tunai Anda tetap aman dan tidak dapat disalahgunakan oleh pihak pialang.

Proses verifikasi pembukaan akun RDN biasanya memakan waktu antara beberapa jam hingga satu hari kerja bursa. Setelah akun disetujui, Anda akan menerima nomor rekening RDN beserta petunjuk transfer deposit awal.

Membaca Tampilan Layar Aplikasi: Satuan Lot dan Kolom Antrean

Setelah saldo RDN Anda terisi, buka aplikasi sekuritas Anda. Tampilan pasar saham mungkin terlihat membingungkan pada pandangan pertama karena dipenuhi angka yang terus berubah warna. Namun, kuncinya hanya ada pada dua komponen utama: satuan lot dan layar buku pesanan (order book).

Aturan Satuan 1 Lot Saham

Di Bursa Efek Indonesia, perdagangan saham di pasar reguler wajib menggunakan satuan bundel bernama lot. Berdasarkan regulasi resmi, 1 lot setara tepat dengan 100 lembar saham. Anda tidak dapat membeli 1 lembar atau 15 lembar saham di pasar reguler.

Rumus menghitung kebutuhan modal beli adalah sederhana:

Modal Pembelian = Harga Per Lembar Saham x Jumlah Lot x 100 Lembar

Contoh: Jika harga saham perseroan berada pada level Rp500 per lembar, maka modal untuk membeli 1 lot saham tersebut adalah Rp500 x 1 x 100 = Rp50.000 (belum termasuk sedikit biaya transaksi sekuritas).

Membaca Buku Pesanan (Order Book)

Layar order book adalah tempat bertemunya para pihak yang ingin membeli dan pihak yang ingin menjual saham. Layar ini terbagi menjadi dua sisi kolom berdampingan:

Kolom Kiri: Antrean Beli (Bid) Kolom Kanan: Antrean Jual (Offer / Ask)
Menampilkan daftar harga yang ditawarkan oleh pihak yang ingin membeli saham, disusun dari harga penawaran tertinggi ke terendah. Menampilkan daftar harga yang diminta oleh pihak yang ingin menjual saham, disusun dari harga permintaan terendah ke tertinggi.
Di samping harga bid, terdapat angka Bid Vol (Volume Lot) yang menunjukkan total jumlah lot yang sedang mengantre di harga tersebut. Di samping harga offer, terdapat angka Offer Vol (Volume Lot) yang menunjukkan total jumlah lot yang sedang ditawarkan untuk dijual di harga tersebut.

Jika Anda ingin membeli saham secara instan tanpa perlu menunggu antrean, Anda dapat langsung memasukkan order pada harga penawaran terendah yang ada di kolom kanan (Offer baris paling atas). Tindakan ini lazim disebut sebagai mengambil penawaran yang sudah tersedia. Sebaliknya, jika Anda ingin harga yang lebih murah, Anda dapat memasang order di kolom Bid dan menunggu giliran hingga ada penjual yang bersedia melepas saham di harga tersebut.

Memahami Status Pesanan

  • Open: Pesanan beli atau jual Anda sudah masuk ke sistem perdagangan bursa dan saat ini sedang menunggu antrean harga yang Anda pasang.
  • Matched / Done: Pesanan Anda telah berhasil dieksekusi karena ada pihak lawan transaksi yang sepakat pada harga tersebut. Saham sudah resmi berpindah tangan ke portofolio Anda.
  • Rejected: Pesanan ditolak oleh sistem bursa, biasanya karena saldo RDN tidak mencukupi atau harga yang dipasang berada di luar batas fraksi harga yang diizinkan.
  • Withdraw / Cancel: Pesanan yang sebelumnya berstatus open berhasil Anda batalkan sebelum sempat tereksekusi.

Prosedur Memasang Order Beli Saham Perdana di Jam Perdagangan Bursa

Untuk mengeksekusi order beli pertama Anda, ikuti langkah-langkah praktis berikut di dalam aplikasi:

  1. Cari Kode Emiten: Ketik 4 huruf kode saham perusahaan yang Anda tuju pada bilah pencarian aplikasi (misalnya kode bank, konsumsi, atau telekomunikasi).
  2. Buka Layar Transaksi (Buy Order): Tekan tombol Beli (Buy) yang biasanya berwarna hijau terang.
  3. Tentukan Harga Pembelian: Masukkan tingkat harga yang Anda inginkan. Ingat bahwa pergerakan naik turun harga saham wajib mematuhi interval kelipatan resmi sesuai Aturan Fraksi Harga Saham BEI (misalnya kelipatan Rp1, Rp2, Rp5, Rp10, atau Rp25 tergantung rentang harganya).
  4. Masukkan Jumlah Lot: Tentukan berapa lot yang ingin Anda beli sesuai kecukupan saldo uang tunai di RDN Anda.
  5. Periksa Ringkasan Transaksi: Layar ponsel akan menampilkan total nominal uang yang dibutuhkan, termasuk estimasi biaya fee transaksi sekuritas.
  6. Konfirmasi Pesanan: Tekan tombol Konfirmasi Beli. Masukkan PIN keamanan transaksi akun Anda.

Perlu diingat bahwa pesanan order beli hanya dapat diterima oleh sistem bursa pada jam perdagangan aktif resmi. Cek jadwal jam operasional perdagangan di bawah ini:

Hari Perdagangan Sesi I (Pagi) Sesi II (Siang)
Senin s.d. Kamis 09.00 – 12.00 WIB 13.30 – 15.49 WIB
Jumat 09.00 – 11.30 WIB 14.00 – 15.49 WIB

Selain sesi reguler di atas, bursa juga memiliki sesi pra-pembukaan (Pre-Opening) pada pukul 08.45 – 08.59 WIB dan pra-penutupan (Pre-Closing) pada pukul 15.50 – 16.00 WIB. Perdagangan saham libur pada hari Sabtu, Minggu, dan tanggal merah hari libur nasional. Anda dapat melihat daftar tanggal libur resmi bursa tahun ini melalui laman Kalender Libur Bursa.

Struktur Biaya Transaksi Resmi dan Siklus Penyelesaian T+2

Setiap transaksi pembelian dan penjualan saham di bursa efek dikenakan biaya resmi. Biaya ini dipotong secara otomatis dari saldo RDN Anda, sehingga Anda tidak perlu melakukan pembayaran manual terpisah. Komponen biaya transaksi di bursa terbagi menjadi dua:

1. Biaya Transaksi Beli (Buy Fee)

Saat Anda membeli saham, total biaya tambahan yang dibebankan berkisar antara 0,15% hingga 0,19% dari total nilai nominal transaksi. Rincian komponennya mencakup:

  • Komisi Perantara Sekuritas (Broker Fee): Jasa penggunaan aplikasi dan perantara sekuritas (rata-rata 0,10% s.d. 0,15%).
  • Levy Bursa: Pungutan resmi regulator pasar modal sebesar 0,043% (terbagi untuk BEI 0,018%, KPEI 0,009%, KSEI 0,003%, dan dana jaminan 0,013%).
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Sebesar 11% yang dikenakan hanya atas nilai komisi perantara sekuritas, bukan atas total nilai saham.

2. Biaya Transaksi Jual (Sell Fee)

Saat Anda menjual saham, total biaya potongan berkisar antara 0,25% hingga 0,29% dari nilai transaksi penjualan. Komponennya mencakup seluruh biaya komisi broker, levy bursa, PPN, ditambah satu komponen wajib dari pemerintah:

  • Pajak Penghasilan (PPh) Final Pasal 4 Ayat 2: Sebesar 0,10% dari total nilai bruto transaksi penjualan saham. Pajak ini bersifat final dan langsung dipotong otomatis saat saham berhasil terjual.

Anda dapat menguji simulasi rincian potongan angka ini secara langsung dengan memasukkan harga saham dan jumlah lot pada alat hitung interaktif di Simulasi Biaya Transaksi Saham.

Mengenal Siklus Penyelesaian Transaksi T+2

Pasar modal Indonesia menerapkan aturan siklus penyelesaian transaksi T+2 (Hari Transaksi ditambah 2 hari bursa kerja). Artinya:

  • Jika Anda membeli saham pada hari Senin (T), perpindahan kepemilikan saham secara yuridis di KSEI dan pendebitan dana final di bank kustodian akan diselesaikan tuntas pada hari Rabu (T+2).
  • Jika Anda menjual saham pada hari Rabu, uang hasil penjualan saham tersebut baru akan masuk secara efektif ke saldo kas yang dapat ditarik ke rekening bank pribadi Anda pada hari Jumat.
  • Hari Sabtu, Minggu, dan hari libur bursa tidak dihitung dalam perhitungan hari T+2.

Kesalahan Umum Pemula Saat Transaksi Perdana di HP

Agar pengalaman perdana Anda berjalan mulus tanpa kerugian konyol, waspadai kekeliruan berikut yang kerap dialami pengguna baru:

  1. Keliru Memasukkan Jumlah Lot: Mengira angka pada kolom kuantitas adalah jumlah lembar. Memasukkan angka 100 berarti Anda memesan 100 lot (10.000 lembar), bukan 100 lembar. Selalu ingat bahwa 1 unit pesanan di aplikasi sama dengan 1 lot.
  2. Terjebak Membeli di Harga Pucuk Karena Panik Tertinggal (FOMO): Melihat saham melonjak belasan persen dalam hitungan menit lalu tergesa-gesa menekan tombol beli di harga paling atas tanpa analisis. Pola ini sering berujung pada kerugian instan ketika harga mengalami koreksi kembali.
  3. Mengabaikan Saldo Kas RDN: Memasang order beli melebihi ketersediaan saldo tunai di RDN, sehingga sistem bursa otomatis menolak pesanan Anda (Rejected).
Catatan Edukasi Finansial & Simulasi Transaksi:
Panduan ini dibuat semata-mata untuk tujuan edukasi prosedural transaksi pasar modal mandiri. Penyebutan skema order book, simulasi persentase biaya transaksi, dan langkah teknis bukan merupakan ajakan membeli efek tertentu atau rekomendasi penggunaan platform sekuritas tertentu. Kebijakan biaya transaksi, setoran deposit awal, dan tampilan aplikasi dapat berbeda antar sekuritas serta dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan regulator dan perusahaan pialang terkait.

Bagi Anda yang ingin menguji kemampuan bertransaksi dengan anggaran hemat terlebih dahulu, baca panduan khusus di Cara Memulai Investasi Saham dengan Modal Kecil. Jika Anda masih bingung menentukan sekuritas yang cocok, simak tinjauan objektifnya pada artikel Mengenal Aplikasi Saham, Biaya Transaksi, dan Tempat Belajar, atau periksa daftar kode pialang resmi di Direktori Kode Broker Saham.